“Saya Sumiyati, saya kebetulan anak buah Ibu Nurheti (satu kantor dengan Ibu Nurheti). Pada waktu ketemu Ibu Nurheti, kaki saya bengkak. Tahun 2004 saya sudah mulai merasa sakit, kalau saya periksa ke dokter, saya sudah dinyatakan penderita lupus.
Pada waktu itu saya buang air besar ada darah, saya pikir saya ambien (wasir). Saat itu posisi saya masih di marketing. saya berobat dulu di RS Islam Jakarta. Pada waktu itu dokternya dokter Dody, beliau sekarang menjadi direktur RS Darmais Jakarta. Karena kesibukan beliau, maka untuk ketemu beliau sulit sekali.
Pada waktu itu saya buang air besar ada darah, saya pikir saya ambien (wasir). Saat itu posisi saya masih di marketing. saya berobat dulu di RS Islam Jakarta. Pada waktu itu dokternya dokter Dody, beliau sekarang menjadi direktur RS Darmais Jakarta. Karena kesibukan beliau, maka untuk ketemu beliau sulit sekali.